Yang pusing Affiq dan Athifah.
Bergantian mereka berujar, "Mama bau!" sambil lari menjauh sembari memencet hidung mereka sendiri (ya iyalah, masak hidung mama yang dipencet!).
Affiq malah bilang, "Seperti bau kaus kaki!" (kaus kaki Affiq kalo dipakainya dan berkeringat berarti baunya aneh ya saudara-saudara ..).
Mama menjawab, "Enak saja. Ini kan baru dicuci!" (iya mama ... baru dicuci tapi tetap saja bau ...).
Bagaimana reaksi mama menghadapi protes kedua anak ini?
Ya gimana lagi. Mama punya tiga celana rumah yang warnanya mirip semua: abu-abu dan hijau keabu-abuan. Yang satu sudah kotor. Yang dua ini baru dicuci. Jadi 'terpaksa'-lah dipakai.
Saat mama sedang menggendong Afyad, Athifah yang berdiri di dekat mama berkata, "Bau!" sambil lari menjauh.
Mama hanya berkata, "Biar saja, Mama sama Afyad. Afyad tidak bilangi Mama bau."
Athifah mendekat kembali.
Ia berkata, "Harumnya baju Mama."
Sembari tersenyum manis, semanis madu.
Makassar, 12 Januari 2012
Padahal baju mama baunya biasa-biasa saja tuh. Tidak bau, juga tidak harum. He he he
No comments:
Post a Comment