Showing posts with label Blogilicious Fun Makassar. Show all posts
Showing posts with label Blogilicious Fun Makassar. Show all posts

Saturday, June 4, 2011

Blogilicious yang "Delicious"di 7 Kota Besar

Ajang Blogilicious masih berlangsung. Di Surabaya, Makassar, Medan, dan Palembang sudah berlangsung dan sukses (Palembang terakhir tgl 5 Juni ini), masih ada lagi di beberapa kota besar;  yaitu
Jogjakarta         : 11-12 Juni 2011
Bandung
          
: 18-19 Juni 2011
Jakarta
              : 25-26 Juni 2011
          Nah, buat rekan-rekan Blogger di Jogja, Bandung,  dan Jakarta, masih ada kesempatan baik.... 
          Materinya sarat ilmu, seputar ngeblog: tentang Apa Itu Blog/Ngeblog, Etika Ngeblog, Mobile Blogging, Monetize Blog, Social Media, Blog Preneur, Blog Theme, SEO, Blog Security.
            Sebagai salah seorang peserta Blogilicious Fun Makassar, saya merekomendasikan teman-teman yang ingin tahu tentang blog, bagaimana membuatnya, yang ingin tahu bagaimana cara membuat blog anda menarik (bagi manusia dan mesin pencari hingga bisa tampi di halaman atas pencarian di mesin pencari seperti Google, Yahoo, dan Bing), yang ingin tahu cara-cara mencari uang melalui blog, supaya menyempatkan hadir pada ajang ini. Masih akan diadakan di 4 kota besar di Indonesia. Sayang jika anda melewatkan ajang ini. Informasi selengkapnya bisa dilihat di: www.idblogilicious.com dan www.idblognetwork.com.
            Selama 2 hari mengikuti seminar dan semi workshop ini, saya merasakan seolah ‘kepala saya berat’ karena sarat tambahan pengetahuan dari ajang ini. Ibarat menyantap hidangan makanan yang sangat sedap, yang diolah para koki profesional, saya tidak perlu tahu bahan makanan, cara mengolah, atau bagaimana proses para koki ini belajar mengolah makanan yang lezat, seperti itulah rasanya melalap materi-materi yang sangat berbobot yang disajikan oleh para nara sumber yang sudah sangat dalam ilmunya.
            Ajang ini dipersembahkan oleh Idblognetwork (www.idblognetwork.com) dengan dibantu komunitas blogger lokal di tiap-tiap kota. Dukungan sponsornya mantap sehingga peserta hanya membayar dengan harga yang sangat minim (dua puluhribuan rupiah saja!).
            Bagi yang ingin tahu bagaimana ajang ini berlangsung. Silakan baca tulisan saya di "Blogilicious Fun Makassar yang Membuatku Ter-WOW-WOW" .  Kalo masih ragu, silakan dibaca dulu liputan saya. Kalau sudah dibaca .. sayang lho anda lewatkan !
Makassar, 5 Juni 2011

Thursday, June 2, 2011

Blogilicious Fun Makassar: Kisah yang Terserak Setelahnya (2) Spesial: MA SEHATI yang Mengenaskan

              Blogilicious Fun Makassar memang sudah berakhir. Namun masih banyak catatan kisah di seputar ia dan saya yang masih terserak.
            Saya terus menambah kawan di FB. Kawan-kawan dari blogger Makassar dan Maros juga menjadi kawan-kawan saya seperti Arman Rahim, blogger Makassar pertama yang berkomentar di tulisan saya tentang Blogicious Fun Makassar,  Muhammad Risman yang sering berkomentar di blog saya dan menyemangati blog saya yang masih tidak disukai oleh ‘om Google’ sehingga walaupun sudah berlelehan peluh dan berdarah-darah – tak kunjung menempati urutan atas di mesin pencarian untuk lomba Semi SEO yang saya ikuti. Mungkin karena blog saya masih bayi ya om Google ? J. Dan juga blogger-blogger lain yang tak bisa saya sebutkan semuanya.
            Nah di antara kesibukan tanpa asisten rumah tangga dengan ketiga anak saya, pekerjaan rumah tangg yang tak ada habisnya, lomba-lomba menulis, dan berbagai kabar dari kawan-kawan, ada satu kalimat yang sering kali tersangkut sekedarnya oleh pandangan saya, yaitu “Madrasah Aliyah SEHATI”, sekolah yang lebih layak jadi (maaf) kandang sapi ketimbang jadi tempat belajar, saking memprihatinkannya kondisinya. Kemarin baru saya mendapati jikalau kalimat itu link dengan seorang blogger perempuan asal Maros bernama Rahmah Usman Karateng. Saya pun mengajaknya berteman. Mbak Rahmah mengonfirmasinya dengan cepat. Setelah ber-hai-hai dengannya, saya pun mendapatkan informasi ini dengan lebih jelas.
            Ya Allah ... where have I been?
            Ternyata tak jauh dari Makassar – di Maros  (di daerah Ling, Bontopuasa, Kel. Adatongeng, Kec. Turikale, Kabupaten Maros) sana ada sekolah bernama Madrasah Aliyah SEHATI yang angka kelulusannya 100% tapi terancam dirubuhkan (baca: ditutup secepatnya) karena tak layak lagi digunakan jika tak mendapatkan bantuan dari pihak mana pun. Kemudian, baru saya tahu ternyata ada insiatif untuk berusaha menegakkannya dari Maros sehingga akhirnya mampu menggerakkan para blogger di komunitas berskala nasional Idblognetwork. Organisasi ini membuktikan bahwa para anggotanya adalah orang-orang yang ‘punya hati’, tidak semata menginginkan rupiah. Bahkan rekan-rekan blogger dari luar Sulawesi pun memuat tentang ini di blog mereka seperti bapak Eko Sutrisno HP, mbak Mubarika Darmayanti, mas ‘Gempur’ Abdul Ghofur, dan lain-lain. Saya orang yang kesekian yang memberitakannya di blog saya ... oh .. silly me!
Tak berpanjang-panjang lagi, berikut ini foto-foto dari sekolah yang kondisinya sangat mengenaskan itu:



Foto-foto dan sumber tulisan dari:  http://chemistrahmah.blogspot.com (masih banyak foto lain di blog-nya mbak Rahmah)
Maaf mbak Rahmah, saya gagal upload semua foto ...
Bagi yang ingin berpartisipasi, mbak Rahmah ini bisa dihubungi di nomor berikut: HP ini: 081342394866. Bisa juga langsung transfer ke: REK. MANDIRI 152-00-1130231-8 atas nama RAHMAH USMAN KARATENG.
Artikel terkait:
Blogilicious Fun Makassar: Kisah yang Terserak Setelahnya (1)

Blogilicious Fun Makassar: Kisah yang Terserak Setelahnya (1)

Blogilicious Fun Makassar memang sudah berakhir. Namun masih banyak catatan kisah di seputar ia dan saya yang masih terserak.
            Sejak punya akses internet sendiri di awal tahun ini, saya menikmati berburu pengetahuan tentang belajar menulis dan info-info lomba menulis. Tak terasa, kawan-kawan saya di fesbuk terus bertambah dari kalangan penyuka kegiatan tulis-menulis (termasuk pemburu info loba menulis). Diikuti pertambahan teman dari kalangan blogger setelah bergabung dengan Idblognetwork ‘sang agregator’.
            Ada kisah yang unik.
            Di Blogilicious Fun Makassar, saya bertemu dengan sosok Daeng Ipul, moderator acara ini, seorang blogger senior di komunitas blogger Anging Mammiri. Saya pernah berkunjung ke blognya yang apik waktu berkelana di dunia maya mencari info tentang komunitas blogger ini. Saya sebenarnya sudah bergabung dengan komunitas ini tetapi lupa lagi password-nya (he he he).
            Daeng Ipul ‘memperkenalkan’ saya dengan (katanya) seorang ibu yang suka menulis, bernama Ofi Tusiana N Alfisyahr – (halo mbak Ofi J), yang suka cari teman yang suka menulis juga, yang pada akhirnya saya tahu bahwa ibu muda ini sebenarnya adalah istri daeng Ipul sendiri (he he he ... tidak ngaku dari awal nih daeng Ipul). Uniknya, waktu saya add di FB, mbak Ofi dan saya ternyata sudah memiliki 14 teman yang sama. Wah .. ternyata pemburu lomba menulis juga .. he he he.
            Alhamdulillah .. sekarang bisa sering-sering akses internet. Di sela-sela mengurus ketiga buah hati dan pekerjaan rumah. Bisa terus berburu lomba menulis dan menambah wawasan tentang menulis, juga ngeblog.
            Kawan di FB saya sebenarnya belum terlalu banyak, tapi satu kali muncul ‘berita’ sekitar 300-an. Karena selain kabar dari kawan-kawan, banyak update berita yang masuk, seperti Apa Kabar Dunia, Koran Fesbuk, grup-grup yang saya ikuti, dll. Karenanya saya tidak bisa menyimak dengan teliti satu demi satu kabar yang terlihat. Saya hanya membaca cepat setiap kabar yang masuk dan berkomentar secukupnya di wall kawan-kawan yang membuat saya tertarik untuk berkomentar, lalu membaca dengan cepat tautan-tautan yang saya anggap menarik.
            Nah, sebenarnya di antara kabar-kabar yang saya lewatkan ada kabar tentang MA SEHATI yang kondisinya sudah sangat mengenaskan... bagaimana itu? ... bersambung di bagian 2.

Artikel terkait:

Wednesday, May 25, 2011

Emosi Sang Kakek, Emosiku Juga ?

Suatu Ahad pagi di bulan Mei 2011.
            Saya berusaha secepat mungkin menyelesaikan urusan pagi-pagi rumah agar bisa menghadiri Blogilicious Fun Makassar hari kedua tepat waktu.
            Saya ke warung sebelah untuk membeli roti buat anak-anak. Sambil menunggu empunya warung melayani pembeli yang sudah lebih dulu berada di tempat itu, saya memperhatikan seorang kakek, tetangga sebelah yang sedang ‘ribut’ dengan cucu laki-lakinya berusia 3 tahun yang tengah mengendarai sepeda roda tiganya. Entah apa yang diinginkan si cucu, sang kakek tak mengerti. Cucunya merengek-rengek keras. Sang kakek mulai bersuara keras, berupaya menghentikan rengekan cucunya sambil menawarkan makanan yang ada di genggamannya. Cucunya menolak. Masih tetap merengek keras. Sang kakek kesal. Sang kakek meletakkan kakinya ke sisi kanan sepeda dan melakukan sedikit gerakan mendorong sepeda itu ke arah kiri, sambil mengancam dengan suara keras. Walau tak jatuh, cucunya akhirnya menangis dengan suara sangat keras.
            Saya istighfar. Apa saya menyalahkan kakek itu? Oh, tidak, istighfar saya bukan untuk kakek itu. Melainkan untuk diri saya sendiri. Walau kelakuan sang kakek amat tak pantas dibenarkan, tetapi saya bukan hendak menyalahkannya sambil membenarkan penilaian saya. Bukan itu. Saya istighfar karena, saya sendiri masih sering berlaku serupa itu dalam bentuk yang lain kepada anak-anak saya. Sungguh, mengasuh tiga orang anak merupakan ujian kesabaran yang sesungguhnya bagi saya. Karena mengusahakan kesabaran seolah melawan diri saya sendiri. Seolah melawan egoisme saya sendiri. Mungkin karena mereka hadir ke dunia ini melalui rahim saya, jadi sering kali timbul rasa ‘memiliki’ terhadap mereka. Sering saya menjadi semena-mena, menjadi seenaknya dalam memperlakukan mereka, dalam menghukum mereka, dalam mengancam mereka di kala hati saya sedang sumpek karena masalah lain yang bukan disebabkan oleh mereka.
            Misalnya saja saat malam sebelumnya. Anak-anak sudah tidur saat saya mencoba mempelajari sedikit materi seminar dan workshop Blogilicious Fun Makassar hari pertama. Seperti biasa, seperti pada malam-malam sebelumnya, Athifah tiba-tiba bangun. Biasanya ia minta minum teh atau minta dipijat, atau minta ditemani ke kamar kecil. Kali ini ia minta ditemani ke kamar kecil, “Mau pipis”, katanya. Saya berkata kepadanya, “Sama Papa, ya”. Athifah menolak, “Tidak, Saya mau sama Mama”. Saya membujuknya lagi supaya ia mau ditemani papanya. Ia tetap menolak dan mulai merengek. Setan yang menggoda saya hampir saja menang, saya mulai kesal. Ia tetap berkeras mau ditemani oleh saya. Untungnya saya cepat sadarkan diri. Saya istighfar berkali-kali dan membawanya ke kamar mandi. Astaghfirullaah hal ‘azhiimalladzi laa ilaaha illaa huwal hayyul qayyuumu wa atubu ilaih.
Makassar, 25 Mei 2011

Tuesday, May 24, 2011

Film Anak-Anak

Affiq kedatangan kerabat dan karibnya: Syahril, Farhan, dan Yustin. Papa berniat baik, hendak memutarkan film Planet 51, salah satu film Disney untuk para tamu yang duduk di kelas 5 SD ini. Film yang sangat cocok untuk anak seumuran mereka ini menceritakan tentang petualangan makhluk bumi yang bertandang ke planet alien. Tetapi baru melihat bagian awal film tersebut, Yustin berkomentar, “Iiih .. film anak-anak! Jangan yang ini deh ... “ Syahril dan Farhan mengiyakan. Papa pun mengalah, menyerahkan pilihan kepada mereka, “Oke, terserah kalian mau nonton yang mana, silakan pilih”. Papa kemudian keluar, hendak menjemput mama yang tengah menghadiri ajang Blogilicious Fun Makassar.
Sepulangnya papa dan mama, anak-anak ini tengah asyik nonton film. Mereka ternyata memilih film Teletubbies (yang justru lebih anak-anak). He he he ...
Makassar, 24 Mei 2011
Artikel terkait

Blogilicious Fun Makassar yang Membuatku Ter-WOW-WOW

             Mengetahui akan diadakan event Blogilicious Fun Makassar pada tanggal 21-22 Mei 2011 beberapa waktu yang lalu, saya menduga-duga pasti harga tiketnya mahal.  Seminar sehari saja dengan durasi waktu yang sama harga tiketnya bisa mencapai Rp. 400.000, lha ini 2 hari, bisa Rp.800.000 harganya, atau bahkan Rp. 1.000.000. Wah bagaimana saya bisa ikut?

            Menjelang hari H, saya mengecek ke site Komunitas Blogger Makassar Anging Mammiri  tentang pelaksanaan seminar (dan semi workshop) ini. Dengan cepat mata saya mencari huruf-huruf “Rp” ... dan WOW semurah inikah? Saking tidak percayanya, saya sampai mengeceknya berkali-kali. Mungkin saya salah baca, atau komputer saya yang salah memperlihatkannya pada saya (he .. he .. he). Apa betul semurah inikah? Hanya Rp. 20.000 untuk anggota IdBlogNetwork (IBN), dan Rp. 25.000 untuk yang bukan anggota IBN? Setelah itu, mata saya langsung meneliti jajaran sponsor ... WOW ... pantasan ... sponsornya mantap!

            Maka jadilah saya memesan tempat pada hari H (21 – 22 Mei 2011) di Gedung PKP UNHAS, melalui nomor HP salah satu nama panitia yang tertera. WOW ... sekalian nostalgia nih di kampus kenangan. Banyak kenangan saya di kampus yang menggodok saya selama 4 tahun 8 bulan, termasuk bertemu si dia yang kini menjadi suami saya .. ehm ... Tidak lama kemudian saya dikirimi e-mail oleh panitis berupa tiket yang bisa diprint sendiri atau disimpan di HP, nanti baru ditunjukkan kepada panitia di tempat acara. WOW .. canggih ya ...
            Hari pertama.
Acara yang dihadiri oleh kurang lebih 200 peserta ini agak telat dimulai . Dibuka dengan tari Padduppa, tarian khas Sulawesi Selatan sebagai ‘ucapan Selamat Datang’. Kemudian, Mubarika Darmayanti, business director IBN mengisahkan tentang kelahiran IBN yang walau belum genap setahun usianya sudah memiliki anggota 3.800 blogger. Blog sekarang menjadi alternatif tempat korporat beriklan. IBN berupaya menjadi jembatan antara advertiser dengan blogger. WOW ... kesempatan emas buat para blogger. Blogging kini bukan sekedar hobi tapi bisa juga ‘menghasilkan’.
            Sesi pertama pada hari pertama ini dibawakan oleh Amril Taufiq Gobel. Blogger senior yang juga berprofesi sebagai manajer di salah satu perusahaan di Jakarta dan blognya pernah dijadikan bahan skripsi oleh salah seorang mahasiswa dari Malang untuk personal branding ini menjelaskan tentang “Menulis, Blogging, dan Pergaulan Virtual”. Ia menjelaskan dengan gamblang tentang ‘apa itu blog’. Menurutnya orang ngeblog untuk berbagi makanya seyogianyalah menulis dengan menikmatinya. Ia juga memberikan kiat-kiat dalam menulis blog yang baik. Ia juga menjelaskan perbandingan seputar ngeblog dengan web hosting yang berbayar dan ngeblog yang menggunakan blog gratisan.
Materi berikutnya (Etika Ngeblog) dibawakan oleh Raden Ajeng yang berprofesi sebagai dosen di FKUI. Karena kekuatan blog adalah mengungkapkan apapun dengan sebebas-bebasnya di ruang publik maka perlulah ada etika yang mengaturnya agar tidak kebablasan. Sekarang telah berlaku UU ITE (Undang Undang Internet dan Transaksi Elektronik) yang diterapkan untuk membatasi perilaku masyarakat agar tertib menggunakan media internet. Untuk itu pula, sudah seharusnya para blogger beritikad baik dalam ngeblog dengan cara: memberikan identitas diri yang lengkap, jika memberikan komentar di blog orang supaya memberikan identitas diri sebenarnya, mengoreksi tulisan, tidak provokatif, tahu mana batas antara ruang pribadi dan ruang publik, tidak menjiplak (copy-paste), serta ngeblog dengan hati.
Setelah itu dibuka sesi pertanyaan untuk para peserta yang ditanggapi dengan antusias oleh mereka. Amril Taufik Gobel bahkan menyediakan hadiah berupa 2 buah buku buah karyanya (kumpulan cerpen Narasi Romantis (NARSIS) dan kumpulan puisi Menyesap Senyap) untuk 2 orang penanya yang terpilih. WOW ...
Kemudian acara dilanjutkan dengan sesi kedua. Pada sesi ini yang menjadi nara sumber adalah Setyo Budianto (dengan materi Mobile Blogging), yang juga berprofesi sebagai manajer salah satu perusahaan telekomunikasi di Surabaya dan Irayani Queencyputri (membawakan materi Social Media) yang berprofesi sebagai dokter gigi. Seperti Amril Taufik Gobel dan Raden Ajeng, mereka berdua juga merupakan blogger senior.
Materi Mobile Blogging bersifat teknis, banyak sekali istilah telekomunikasi digunakan. Cakupannya adalah Mobile Blogging Concept, Mobile Blogging Lifestyle, Mobile Blogging Technology Roadmap, Mobile Blogging Phone, dan Setup Mobile Blogging. Nara sumber ini dengan sangat terstruktur dan rinci memaparkan setiap bagian dari materinya. Singkatnya, di zaman yang membutuhkan segala sesuatunya berlangsung cepat ini, mobile blogging diperlukan karena ide yang muncul bisa secepat mungkin dituangkan ke blog (sifatnya real time, anytime, anywhere). Untuk itu diperlukan perangkat telekomunikasi yang canggih. Oleh sebab itu, diperlukan pula pengetahuan yang cukup tentang teknologi yang digunakan, misalnya saja teknologi berbasis GSM, CDMA, atau yang lebih canggih lagi – teknologi generasi keempat (LTE dan Wi MAX). Apakah menggunakan mobile tablet (seperti I Pad2, Samsung Galaxy Tab 10, dan lain-lain) atau mobile phone for blogging, dan hal-hal lain yang mendukung (jenis jaringan, sistem operasi, aplikasi, dan lain-lain). Ia mengungkapkan data bahwa bulan Mei 2011 ini sudah ada 5 juta blogger Indonesia, 67% menggunakan mobile blogging, 90%-nya melakukan update sebanyak 3 kali sehari, dan 82%-nya mendapatkan inspirasi on the spot. WOW ... Kapan ya saya bisa jadi mobile blogger?
Di akhir sesi, nara sumber memberikan kuis kepada para peserta seminar & semi workshop Blogilicious Fun Makassar. Ada hadiahnya lho! Mau tahu apa hadiahnya? Modem, saudara-saudara. Hebat kan? Lagi-lagi: WOW!!
Setelah itu, salah satu sponsor : Berniaga.com yang berpusat di Norwegia dan tersebar di 28 negara di seluruh dunia, mempresentasikan produknya, yaitu berupa media yang mempertemukan penjual dan pembeli di dunia maya, khususnya FB. Ada pula kompetisi menyenangkan yang hadiahnya ‘WOW’ diumumkan. Sebuah bonus bagi mereka yang senang berburu kompetisi di dunia maya. WOW keren ...
Materi berikut giliran Irayani Queencyputri yang berprofesi sebagai dokter gigi, membawakannya. Jika secara tradisional ada media cetak sebagai social media, di zaman internet sekarang ini ada sangat banyak social media yang tersebar, seperti blog, wiki, forum, dan social network (perangkat untuk mempublikasikan social media, contohnya facebook, twitter, linkedli, dan Myspace). Dengan menggunakan social media di dunia maya ini yang berbasis web dan bersifat mobile ini, teknik komunikasi semakin murah dan mudah dijangkau oleh siapa pun dari belahan dunia mana pun bahkan setiap orang bisa berinteraksi dan berdialog secara langsung.
Blog sebagai social media yang banyak digunakan bersifat terbuka untuk publik. Tulisan yang sudah dipublikasi di blog menjadi milik publik yang kontennya bisa dikomunikasikan dengan pembacanya. Selain itu, blog bisa dipublikasikan di jejaring sosial seperti facebook dan twitter.
Selanjutnya para peserta diperkenalkan dengan Komunitas Blogger ASEAN melalui sosialisasi yang dibawakan oleh Aris Heru Utomo yang juga merupakan salah seorang staf pada kementrian Luar Negeri. Komunitas Blogger ASEAN ini berfungsi sebagai duta ASEAN di dunia maya dengan memanfaatkan social media untuk menyosialisasikan ASEAN, misalnya dalam hal kerja sama ASEAN hingga ke tingkat daerah/kelas bawah.
Usai rehat, sesi terakhir dimulai. Materi Blog Preneur (Bagaimana Berwirausaha via Blog) ini dibawakan oleh Asri Tadda, seorang sarjana kedokteran yang kini berprofesi sebagai praktisi internet marketing. Ia juga sebagai direktur pada Asta Media, sekolah blogging pertama dan satu-satunya di Makassar, bahkan di Asia (sumber data: http://daengbattala.com/selamat-datang-astamedia-blogging-school-makassar/) . WOW .....
Perbedaan antara blog dan website adalah, blog adalah media yang sangat merdeka dan menyediakan interaksi dua arah (antara blogger dan pembacanya). Sedangkan website hanya menyediakan informasi satu arah. Dengan demikian, potensi blog sangatlah besar untuk dapat menghasilkan uang. Jika bisnis konvensional menjual produk melalui sistem marketing lalu kemudian menghasilkan profit, bisnis blogging mampu ‘menjual’ konten melalui traffic iklan sehingga menghasilkan profit.
Ia memaparkan jenis-jenis iklan blog: pay per click, text link ads, video ads, banner ads, sponsored reviews, commission based/affiliate program mampu membuat blogger-nya memperoleh penghasilan tidak terbatas, gajian bisa kapan saja (bahkan bisa setiap hari), dan pembayarannya melalui rekening paypal (gratis) lalu ditransfer ke rekening bank lokal. Bisa juga lewat cek, western union atau wire transfer. Ia memberikan pula tips dan trik untuk mendatangkan pengunjung ke blog kita dan 3 hal yang membuat blog menjadi solusi marketing alternatif saat ini.
Setelah babak tanya-jawab berakhir, berakhir pulalah seminar dan semi workshop hari pertama. WOW ... rasanya kepala saya sudah mulai ‘berat’ menampung banyaknya pengetahuan baru yang saya dapatkan hari ini. Saya jadi bertanya-tanya, akankan acara hari kedua esok juga berkesan seperti ini?
Hari kedua.
Semilir angin sejuk kampus UNHAS mengantarkan saya kembali untuk registrasi di hari kedua ini. Sesi hari ini saya mulakan dengan semangat dan rasa ingin tahu yang sangat besar.
Sesi pertama hari ini, dimulai dengan materi Blog Theme yang dibawakan oleh pakarnya, Mustamar Natsir, salah seorang staf di Asta Media, Makassar. Begitu gamblang dan dengan sangat teknis ia menjelaskan tentang anatomi blog theme hingga panduan bagaimana memilih theme.
Materi selanjutnya adalah Monetizing Blog, dibawakan oleh Mubarika Darmayanti, business director IBN dan Kukuh TW, technical director IBN. Yang dimaksud dengan monetizing blog adalah bagaimana membuat blog menghasilkan uang. Secara khusus, materi ini menjelaskan bagaimana membuat blog menghasilkan uang melalui IdBlogNetwork (IBN).
Dalam hal ini, blogger sangat potensial karena blog yang dibuatnya memiliki segmen khusus (penggemarnya spesifik) dan brand/advertiser dapat memanfaatkan blogger untuk menyampaikan pesan secara halus melalui perantaraan blogger tersebut. Untuk itu, tentu saja blogger harus mendaftarkan terlebih dulu blognya ke IBN. Persyaratannya adalah: blog tersebut memiliki konten orisinal, tidak memuat konten SARA, pornografi, judi, dan mempunyai rekomendasi dari blogger lain yang sudah lebih dulu bergabung (jika tidak, bisa memakan waktu selama 4-6 bulan sebelum diterima karena harus melalui proses review yang dilakukan oleh tim IBN). Sehubungan dengan hal ini, bahkan blogger pemula yang page rank-nya masih 0 bisa diterima di IBN asalkan memenuhi syarat-syarat di atas.
Dalam sesi tanya jawab kali ini, saya yang baru 2 minggu menjadi anggota IBN berkesempatan menanyakan hal-hal teknis sehubungan dengan istilah-istilah yang dipakai dalam hal ini sekaligus memberikan testimoni kepada para peserta bahwa apa yang baru saja dipaparkan oleh para director IBN itu bukan isapan jempol semata. Saya adalah contoh blogger yang masih ber-page rank 0 yang diterima oleh IBN sebagai anggota dalam waktu yang sangat singkat.
Melalui tulisan ini, saya ingin mengucapkan terima kasih sekali lagi kepada 2 orang blogger senior yang telah merekomendasikan saya, yaitu Amril Taufiq Gobel dan Jonru Ginting (Jonru Ginting adalah seorang penulis terkenal sekaligus founder dari Sekolah Menulis di Jakarta). Terus terang, saya nekad juga meminta rekomendasi dari beliau-beliau ini. Saya hanya mengenal Jonru Ginting dari internet. Saya hanyalah anggota dari milis Penulislepas dan grup Belajar Menulis yang dikelolanya di internet. Hanya itu modal saya.Tetapi saya memberanikan diri memohon rekomendasi kepada mereka bukan tanpa alasan. Saya suka menulis, akhir-akhir ini saya sangat rajin mengisi blog saya dan saya berniat serius untuk itu, saya pun sangat yakin konten blog saya sangat orisinal karena berisi kumpulan kisah dan renungan yang saya olah dengan hati dan pikiran saya sendiri. Selain itu, saya sudah memiliki lebih dari 100 postingan (sehingga sudah memungkinkan pembaca hilir-mudik dalam blog saya).
Sabtu, 7 Mei 2011, Amril Taufik Gobel memberikan rekomendasinya. Hari itu juga saya mengirim pesan inbox di FB kepada Jonru Ginting. Hari Ahad, ia membalasnya. Ia mengajukan 3 syarat untuk mendapatkan rekomendasi beliau, 2 syarat pertama sehubungan dengan peraturan (Term of Service yang berlaku di IBN), yaitu bahwa saya harus mematuhinya, dan saya bersedia menerima sanksi dari beliau jika melanggarnya (karena jika saya melanggarnya tentu saja akan berakibat pada kredibilitasnya), dan yang terakhir, saya harus membuat tulisan review tentang Sekolah Menulis yang bersifat soft advertorial. Saya menyanggupi tantangan menarik ini. Saya berusaha menyelesaikan tulisan saya dalam beberapa jam. Malam harinya, saya mengirim tulisan saya untuk dinilai olehnya. Ia mengoreksi kekurangan yang ada, lalu saya perbaiki. Senin dini hari, tulisan bertajuk Sekolah Menulis dan Keinginan untuk Diakui itu saya publikasikan di blog saya lalu saya bagikan ke facebook.
Pada hari Senin pagi, tanggal 11 Mei 2011, saya mengirim pesan inbox di FB, melaporkan hal ini. Beliau membalas dan menyatakan bahwa saya sudah bisa memproses pendaftaran saya di IBN. Alhamdulillah, segala puji bagi Allah atas kemudahan yang diberikan-NYA. Saya langsung mengisi form pendaftaran di situs Id Blog Network. Kemudian menunggu. Jika tanpa rekomendasi, proses pendaftaran hingga diterima bisa memakan waktu selama 4 – 6 bulan, saya mengira-ngira proses melalui rekomendasi ini mungkin akan makan waktu sekitar satu minggu sampai satu bulan. Tetapi saya salah saudara-saudara ... dalam hitungan jam, pihak IBN langsung memberikan persetujuan. Ketika itu, kira-kira 3 jam setelah mendaftar, iseng-iseng saya mengecek e-mail, hanya sekedar mengecek apakah ada e-mail baru untuk saya. Tidak dinyana, ada e-mail baru dari IBN. Saya sudah resmi menjadi anggota IBN. WOW ... ini betul-betul anugerah buat saya. Sekarang blog saya yang baru aktif diisi 5 bulan terakhir ini  bisa semakin eksis!
Setelah istirahat siang, sesi kedua hari ini diawali dengan materi SEO (Search Engine Optimization) yang dibawakan oleh salah seorang pakar SEO: Gempur Abdul Ghofur, seorang guru SMA dari Surabaya. Inti dari materi yang dibawakannya adalah panduan dasar untuk optimasi blog dengan cara-cara legal yang ‘direstui’ mesin pencari (seperti google, yahoo, dan bing) agar menjadi kompetitif sehingga dapat bersaing di halaman pertama hasil pencarian search engine. Menurutnya hal ini antara lain terkait dengan internal blog, konten, excerpt/summary/abstract, side bar, copyright, internal link, external link, plugin, sitemap, backlink. Ia pun menjelaskan dengan rinci tentang hal-hal tersebut dengan segala kiat-kiatnya. Tetapi ia berpesan bahwa menjadi blogger dengan keseriusan tingkat tinggi pada akhirnya akan mendatangkan banyak pengunjung. Blogger-lah pemilik jiwa blognya. SEO hanya merupakan alat, idealisme tetap harus dijaga.
Tak terasa tibalah materi terakhir. Materi Blog Security ini dibawakan oleh salah seorang pakarnya: Aldy Terren Putra yang aktif mengelola situs http://www.segelaskopi.com/. Ia menjelaskan mengenai 5 jenis hacker (Elite, Semi Elite, Developed Kiddie, Script Kiddie, dan Lamer). Selain itu dipaparkan pula olehnya mengenai pengenalan teknik hacking, teknik jebakan, dan teknik pencegahan. Setelah babak pertanyaan, seminar dan workshop hari terakhir ini ditutup oleh kuis untuk mendapatkan job review senilai Rp. 1.000.000 dari IBN untuk anggota IBN dan untuk peserta yang belum menjadi anggota IBN. Dua orang anggota IBN dan 2 orang peserta yang belum menjadi anggota IBN mendapatkan kesempatan ini.
WOW ... kurang baik apa coba IBN di ajang ini?
Setelah memperoleh ilmu-pengetahuan yang sangat banyak dan sarat nilai dari para nara sumber yang memiliki pengetahuan yang sangat dalam, menikmati 2 kali makan siang, 2 kali coffee break, sertifikat, dan goodie bags dengan berbagai merchandise di dalamnya.Yang kesemuanya itu diperoleh setelah menebus harga tiket yang sangat minim. Maka apa lagi yang bisa dikatakan oleh diri saya ini yang menjadi speechless karena terkagum-kagum selain ungkapan “TER-WOW-WOW”? Dan menguntai harap setinggi mungkin agar semakin banyak brand/advertiser yang ‘melirik’ IBN, juga berharap IBN kokoh berdiri sehingga mampu menghadang segala macam tantangan dan ancaman zaman di era yang semakin global ini, serta berharap agar semakin banyak lagi blogger berkonten orisinal yang bisa diwadahi oleh IBN?
Terakhir, diumumkan kontes semi menulis SEO mengenai Blogilicious Fun Makassar yang berlangsung selama 2 hari ini, juga untuk anggota IBN dan peserta yang belum menjadi anggota IBN (yang berminat ikut, keanggotaannya akan diproses cepat. WOW ... ). Hadiahnya keren lho : Samsung Galaxy Mini. Sekali lagi, WOW!! Saya harus ikut. Saya harus menulis sebaik mungkin. Ini kesempatan emas untuk menjadi lebih baik lagi. Ini kesempatan emas untuk ‘menanam emas’. Mana tahu hasilnya emas? Atau berlian? Lagi-lagi: WOW ... WOW ... WOW.
Makassar, 24 Mei 2011
Para pembaca yang budiman, coba hitung ada berapa kata “WOW” dalam tulisan saya? J

Baca juga kisahku seputar persiapan menghadiri Blogilicious Fun Makassar :

Pijat Kaki , Film Anak-Anak, Emosi Sang Kakek, Emosiku Juga ? , Semangat Blogilicious Fun Makassar